Di sela-sela kunjungan ke Sudan tanggal 6-8 September 2009, Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PPP yang juga bertindak sebagai Ketua Delegasi, Tosari Wijaja, bersama-sama dengan 3 (tiga) Wakil Ketua Badan Kerjasama antara Parlemen DPR-RI menyerahkan bantuan berupa 2200 indomie untuk pengungsi yang ada di Kamp-Kamp di El-Fasher, Darfur Utara, Sudan.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Tosari kepada Gubernur Darfur Utara, Mr. Osman Mohamed Yousif Kibir, pada saat pertemuan dengan Delegasi BKSAP DPRI-RI di El-Fasher, tanggal 6 September 2009.
“Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu wujud simpati dari parlemen Indonesia terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Sudan, khususnya di Darfur, akibat konflik yang berkepanjangan” demikian disampaikan oleh Tosari.
Dia juga mengharapkan kiranya masalah tersebut dapat segera diselesaikan secara damai dan dengan mengedepankan dialog.
Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Tajuddien Noor Bolimalakalu, yang mendampingi semua kegiatan delegasi selama di Sudan, menegaskan bahwa kunjungan delegasi BKSAP DPR-RI ke Sudan termasuk Darfur menunjukkan sebagai wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap masalah yang dihadapi Sudan dan ini menunjukkan bahwa Indonesia senantiasa akan mendukung dan bersama-sama dengan Sudan dalam menghadapi berbagai masalah.
“Melalui kunjungan ini diharapkan akan terjalin hubungan yang lebih erat lagi antar Indonesia dan Sudan khususnya antar parlemen di kedua negara. Selain itu, akan terdapat pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perkembangan situasi terkini di Sudan, khususnya di Darfur,” demikian ujar Dubes RI.
Mr. Osman Mohamed Yousif Kibir menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah dan parlemen Indonesia kepada masyarakat di Darfur.
“Bantuan ini menunjukkan kedekatan hubungan Indonesia dengan Sudan dan akan menyampaikannya kepada para pengungsi menjelang hari raya idul fitri yang akan dating” demikian tukas Mr. Osman Mohamed Yousif Kibir.
Lebih jauh lagi, dia menyampaikan kebanggaannya kepada Dubes RI yang telah menfasilitasi berbagai pihak di Indonesia untuk meningkatkan hubungan dengan Sudan, khususnya Darfur Utara.
“Mudah-mudahan upaya yang dilakukan oleh Dubes RI untuk menjembatani hubungan Indonesia dan Sudan termasuk Darfur, seperti rencana kerjasama antar DPR-RI dengan Parlemen Sudan, dan antar berbagai pihak terkait di Indonesia dengan Darfur Utara, termasuk Sister City antar Banda Aceh dan El-Fasher, dapat segera diwujudkan.”
Selain mengadakan pertemuan dengan Gubernur dan Parlemen Darfur Utara, Delegasi juga mengunjungi Kamp Kontingen Garuda Bhayangkara/FPU I Indonesia yang tergabung dalam misi UN/AU Mission in Darfur, di El-fasher, pertemuan dengan Parlemen Sudan dan silaturahmi dengan masyarakat Indonesia.
Tosari menegaskan bahwa kunjungan ke Sudan dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan kerjasama antara DPR-RI dengan Parlemen Sudan, dan sekaligus untuk mengetahui dari dekat perkembangan situasi di Sudan.
“Tinjauan lapangan ini penting untuk menjajagi kerjasama dengan Parlemen Sudan dan sekaligus untuk memperoleh gambaran menyeluruh dan terpadu mengenai situasi di Sudan saat ini,” kilas Tosari.
Dia berjanji bahwa dalam berbagai forum pertemuan antar parlemen, DPR-RI senantiasa akan mendorong berbagai parlemen di dunia untuk membantu penyelesaian berbagai konflik yang terjadi di Sudan.